Salah satu industri pengolahan hasil pertanian yang sekarang ini sedang marak dikembangkan adalah industri pengolahan komoditas lidah buaya.

Komoditas lidah buaya adalah salah satu peluang investasi di sektor pertanian, khususnya tanaman pangan hortikultura yang sangat prospek untuk dikembangkan karena permintaan pasar terhadap komoditas tersebut semakin meningkat.

Pengembangan agribisnis lidah buaya memiliki prospek sangat bagus dilihat dari segi keterlibatan masyarakat dan manfaat yang ditimbulkannya, antara lain:
(1) Cara pembudidayaan lidah buaya relatif mudah;
(2) Mendorong tumbuhnya industri pedesaan baik sektor hulu maupun sektor hilir, sehingga dapat memperluas lapangan kerja di pedesaan;
(3) Penganeka-ragaman produknya sangat beragam dari mulai makanan dan minuman, bahan baku kosmetika, dan bahan baku obat-obatan;
(4) Nilai tambah produk hilirnya cukup besar;
(5) Permintaan produk olahannya mempunyai pasar yang bagus.

Pengembangan agribisnis lidah buaya di Indonesia terpusat di Pontianak Propinsi Kalimantan Barat. Lidah buaya juga banyak diusahakan di Pulau Jawa, tetapi skala usahanya relatif sempit dan lokasinya terpencar.

Pengembangan lidah buaya di Jawa Barat berada di daerah Bogor dan Parung. Lidah buaya di daerah tersebut dibudidayakan secara organik. Hasil produksinya digunakan sebagai bahan baku pembuatan minuman kesehatan lidah buaya.

Potensi & Permasalahan Lidah Buaya Purworejo
Kabupaten Purworejo merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang berpotensi dalam pengembangan usaha tani lidah buaya. Pengembangan lidah buaya di Kabupaten Purworejo tepatnya di Desa Winong, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo.

Produksi dan luas lahan lidah buaya di Kecamatan Winong Kabupaten Purworejo menempati urutan pertama di Propinsi Jawa Tengah. Hal ini merupakan kenyataan yang menunjukkan betapa pentingnya peranan lidah buaya bagi ekonomi petani, kelangsungan produksi agroindustri berbasis lidah buaya.

Kebanyakan pengolahan lidah buaya menjadi minuman lidah buaya di Kabupaten Purworejo dilakukan oleh industri skala kecil yang masih menggunakan teknologi pengolahan yang cukup sederhana. Hasil akhir yang nantinya akan dijual dalam bentuk minuman kesehatan, minuman lidah buaya (nata de aloe).

Pada umumnya, pengusaha belum menjalankan usahanya tersebut berdasarkan pembukuan keuangan yang rapi, sehingga nilai keuntungan yang diperoleh masih bersifat kasar.

Oleh karena itu, kiranya perlu dilakukan analisis finansial yang lebih terinci agar pihak manajemen mengetahui omzet dan keuntungan yang sebenarnya.