
“Awalnya saya membuat website tentang kota Palembang. Suatu hari saya iseng memasang status menyediakan pempek palembang di sidebar website. Tak disangka, ada yang tanya “Bapak ada jual pempek ya?” langsung dijawab “ya”. Orang itupun transfer, padahal saat itu pempeknya belum ada. Saya survey dan icip-icip pempek yang ada di Palembang, akhirnya saya pilih ambil pempek itu untuk dijual,” ujar Anton.
Baca Juga Artikel Ini :
Berawal Kondisi Terjepit, Dimulailah Usaha Pempek Lince
Di awal-awal merintis bisnis pempek online, Anton dan Lince mencoba menawarkan kerjasama menjadi mitra dari produsen pempek yang biasa mereka ambil. Namun, bukannya mendapatkan jawaban dan harga khusus, Anton dan Lince tetap mendapatkan harga ecer seperti konsumen lainnya. Hingga akhirnya mereka memutuskan usaha sendiri dan memproduksi pempek sendiri dengan mengusung brand Pempek Lince.
Tentu sebagai pemula, ada banyak kendala yang mereka temui di awal merintis bisnis online pempek. “Tidak hanya modal yang belum kami miliki, bahkan saat itu kami belum bisa membuat pempek. Akhirnya saya mengajak teman-teman di bisnis online untuk bekerja sama jualan pempek di dunia maya,” tambah Lince.
Dibantu sekitar 7 orang karyawan, saat ini dengan bantuan internet Pempek Lince telah melayani permintaan dari konsumen di seluruh Indonesia bahkan tak jarang dijadikan sebagai oleh-oleh untuk di bawa ke luar negeri.
BINGUNG CARI IDE BISNIS ?
Dapatkan Ratusan Ide Bisnis Dilengkapi Dengan Video.
“Perkembangan usaha kami mengalami perkembangan bagus dari awal hingga saat ini. Berawal dari toko online pempek, sekarang kami mempunyai tempat fisik. Ditargetkan kedepan kami akan memperluas lagi daerah pemasaran baik dengan online ataupun membuka kedai pempek baru,” jelas Lince di akhir wawancara kami.
Tim Liputan BisnisUKM