Bisnis Terpal yang Bikin Kantong Makin Tebal

Bisnis plastik terpal

Meski terpal bukan komoditas pokok seperti produk pangan, namun bisnis terpal plastik menjadi salah satu bisnis yang tak ada matinya. Berangkat dari tingginya permintaan terpal, membuat Imam Syafi’i yang semula bekerja di dealer mobil banting setir menjadi penjual terpal.

Sudah dua tahun lamanya Imam menggeluti usaha terpal. Usaha yang masih terbilang baru ini prospeknya lumayan bagus. Sebab, belum banyak pengusaha di Depok yang melirik usaha tersebut. Sedangkan kebutuhan terpal sendiri cukup tinggi baik untuk kebutuhan pribadi hingga untuk kebutuhan industri seperti usaha budidaya ikan dan bisnis cafe.

Baca Juga Artikel Ini :

Usaha Budidaya Pembesaran Belut Di Kolam Terpal

Peluang Bisnis Pembesaran Lele dengan Kolam Terpal

Memproduksi terpal plastik untuk kebutuhan industri dan perorangan

Dibantu seorang karyawannya, Imam membuat terpal plastik dengan teliti dan cermat, karena terpal berbeda dengan bahan pakaian. Salah sedikit dalam menjahit, terpal akan berlubang.

“Memang menjahitnya harus hati-hati. Tapi, itu bukan kendala berarti. Kesulitannya paling kalau ada pesanan terpal yang lebarnya 10 x 10 meter persegi. Itu agak sulit karena mesin jahitnya kecil, tapi bisa kita atasi,” ujarnya kepada BisnisUKM.com di tokonya Jl, Raya Citayam, Depok, Senin (2/5).

Saat ini selain menerima pesanan terpal plastik, Imam juga menerima pesanan pembuatan tenda kafe dan payung besar. Untuk tenda ukuran 2 x 2 meter persegi dijualnya Rp 1,2 juta. Sedangkan payung ukuran 2 meter persegi dijualnya Rp 250 ribu. Selain menerima pesanan, Imam juga menjual terpal dengan berbagai tipe. Untuk tipe A2 dijualnya Rp 8.000 permeter, tipe A3 Rp 10 ribu permeter, tipe A5 Rp 13 ribu permeter, tipe A8 Rp 15 ribu permeter, dan tipe A12 Rp 18 ribu permeter.

“Dagangan tersebut saya beli langsung di pabrik di kawasan Tangerang, Banten, yang selama ini menjadi langganan. Kalau untuk kolam ikan yang beli paling perorangan. Tapi, kita juga sudah punya pelanggan. Lumayan omzetnya Rp 10 juta sebulan,” ucapnya.

Pesanan Ramai di Hari Raya Kurban

Bisnis tenda payungImam mengakui, bisnis terpal tidak mengenal cuaca. Sebab, di musim hujan atau pun panas, terpal tetap dibutuhkan. Meski begitu, ada beberapa peristiwa yang membuat usahanya tinggi permintaan seperti saat momentum Hari Raya Kurban.

“Kalau Idul Adha banyak pedagang hewan kurban yang beli. Mereka butuh terpal untuk menutupi hewan kurban agar tidak kepanasan dan kehujanan,” katanya.

Pedagang Kaki Lima (PKL) juga pasti membutuhkan terpal untuk menutup barang dagangan. Begitu pun pelaku bisnis cafe yang membutuhkan tenda untuk konsumen berteduh saat makan.

“Terpal plastik awet, kalau dibuka pasang bisa awet hingga lima tahun. Tapi, kalau tidak dicopot-copot bisa kuat setahun,” jelasnya.

Imam yang masih terbilang baru dalam usaha terpal, masih terus mengembangkan usahanya. Bahkan, kini ia juga telah memiliki satu cabang di bilangan Jl Sasak Panjang, Citayam. “Semoga kedepannya, usaha terpal ini semakin berkembang hingga omzetnya pun terus meningkat,” tutur Imam.

Tim Liputan BisnisUKM

(/Dunih)

Kontributor BisnisUKM.com wilayah Depok

1 Komentar

  1. Luar biasa bisnis terpal…mohon infox buka bisnis terpal, sapa tau bisa sukses seperti pak imam syafi’i.. thanks

Comments are closed.