Budidaya Selada Hidroponik, Sederhana dan Menguntungkan Buat Dicoba!

Budidaya selada hidroponik menjadi salah satu ide yang menarik untuk dicoba. Selada adalah salah satu jenis sayuran yang banyak dikonsumsi di kalangan masyarakat. Kalau di Indonesia tanaman selada identik dengan tanaman daerah pegunungan atau dataran tinggi dengan hawa sejuk. Tapi siapa sangka ternyata selada juga bisa ditanam di dataran rendah-menengah. Caranya adalah dengan budidaya selada hidroponik. Lebih tepatnya budidaya selada hidropinik dengan sistem sumbu atau wick.

Keuntungan Budidaya Selada Hidroponik

Sebelum kita ulas bagaimana cara memulai budidaya tanaman selada hidroponik, kita perlu cari tahu dulu apakah jika ditanam, selada akan memberikan keuntungan. Kalau kita amati sayuran selada ini termasuk salah satu sayuran favorit untuk banyak hidangan makanan. Mulai dari makanan nusantara maupun makanan internasional. Contohnya ada selat solo, kemudian selada juga banyak digunakan untuk lalapan berbagai lauk pauk bersama sambal. Ada juga kebab, burger, salad sayur, dan makanan lain yang menggunakan sayur selada sebagai bahan pelengkap.

Dilihat dari segi bisnis pastinya selada punya peluang yang menjanjikan. Apalagi kalau nantinya kamu berhasil menjalankan budidaya selada hidroponik berkualitas dengan jumlah banyak. Kamu bisa menjadi supplier untuk resto bahkan sampai mini market atau super market. Kalau dari segi hobi, pada dasarnya budidaya tanaman juga akan memberikan dampak yang baik untuk kesehatan baik fisik ataupun mental. Lahan yang kamu butuhkan juga tidak terlalu luas karena sistem yang akan dipakai adalah hidroponik.

Memulai Budidaya Selada Hidroponik

Memulai Budidaya Selada Hidroponik

Untuk memulai budidaya selada hidroponik, ada beberapa bahan yang harus dipersiapkan. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya sistem yang digunakan adalah wick. Bahan yang dibutuhkan seperti box sterofoam, media tanam arang sekam, dan potnya bisa pakai cup plastik. Kalau untuk nutrisinya bisa pakai nutrisi ab mix untuk sayuran daun. Selengkapnya berikut ini bahan-bahan yang dibutuhkan untuk budidaya selada hidroponik sistem wick.

1. Tandon nutrisi, ini merupakan penampung atau wadah larutan nutrisi. Bentuknya bebas, bisa pakai ember, kaleng, botol bekas, baskom, atau box sterofoam.

2. Pot tanaman, bisa menggunakan apa saja. Net pot, cup bekas air mineral, bisa juga pot lainnya.

3. Sumbu, fungsinya untuk menaikkan larutan nutrisi dari tandon menuju media tanam. Biasanya sumbu untuk tanaman hidroponik adalah kain flanel. Jika tidak ada kain flannel.

4. Nutrisi, selada adalah sayuran daun. Jadi gunakan nutrisi ab mix untuk sayuran daun.

5. Benih, siapkan benih selada secukupnya sesuai dengan kebutuhan.

6. Media tanam hidroponik bermacam-macam, contoh rockwoll, arang sekam, atau cocopeat.

7. TDS atau EC Meter, alat untuk mengukur kepekatan (PPM) larutan nutrisi hidroponik.

8.    Air baku, adalah air yang ppm-nya tidak lebih dari 150 atau 200. Contoh air yang baik untuk hidroponik adalah air sumur, air sungai, atau air buangan AC. Jika terpaksa boleh juga menggunakan air PAM tapi harus diendapkan terlebih dahulu selama 1 minggu.

Pemilihan Benih Selada Hidroponik

Memilih varietas benih yang sesuai adalah hal yang sangat penting ketika akan memulai budidaya selada hidroponik. Kalau kamu tinggal di dataran tinggi gunakan benih yang toleran terhadap hawa sejuk. Sebaliknya kalau berada di dataran rendah-menengah gunakan benih yang cocok dan toleran terhadap cuaca panas. Beberapa contoh varietas benih selada ada Geand Rapids rekomendasi dataran rendah, menengah, tinggi. Kemudian Iceberg rekomendasi dataran rendah, menengah, tinggi. Kriebo rekomendasi dataran rendah-menengah. Lettuce Red Romaine rekomendasi dataran rendah, menengah, tinggi, dan jenis benih lainnya.

Persiapan Bibit

Benih selada disemai terlebih dahulu menggunakan polybag, nampan, keranjang plastik atau wadah apa saja. Kalau menggunakan arang sekam, masukkan arang sekam kedalam polybag atau wadah lainnya. Kemudian basahi media tanam sampai benar-benar basah. Tanam benih selada satu persatu, biasanya dalam 3-4 hari kemudian benih selada sudah tumbuh atau berkecambah. Benih selada bisa dipindah tanam ketika berumur antara 25-30 hari setelah semai.

Langkah Menanam Budidaya Selada Hidroponik

Siapkan tandon, larutan nutrisi, pot, sumbu dan media tanam. Sumbu kain flanel dipasang pada pot dengan panjang sumbu disesuaikan dengan kedalaman tandon. Usahakan sumbu menyentuh dasar tandon. Buka polybag semai dengan hati-hati, jangan sampai akar bibit selada rusak atau putus. Masukkan bibit kedalam pot dan isi pot dengan media tanam hingga penuh. Buat larutan nutrisi hidroponik secukupnya dengan dosis rendah. Jika bibit selada sudah ditanam pada pot, segera letakkan pot pada tandon. Letakkan selada hidroponik yang baru ditanam pada tempat yang teduh selama 2-3 hari supaya beradaptasi terlebih dahulu. Selanjutnya perkenalkan dengan sinar matahari secara bertahap. Jika cuaca terlalu panas pada dataran rendah-menengah, letakkan tanaman selada hidroponik di bawah naungan paranet.

Perawatan dan Pemeliharaan

Pemeliharaan maupun perawatan selada hidroponik memang tidak terlalu rumit, tapi jangan diabaikan juga. Hal yang terpenting adalah memastikan tanaman selada selalu mendapatkan sinar matahari yang cukup, serta memberikan nutrisi sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman. Jika tandon yang digunakan berukuran kecil, sering-seringlah mengecek larutan nutrisi dan jangan sampai kehabisan. Usahakan suhu larutan nutrisi di dalam tandon tetap stabil. Suhu larutan nutrisi yang terlalu tinggi bisa mengganggu pertumbuhan tanaman selada, bahkan bisa menyebabkan tanaman layu dan mati.

Jika tandon yang digunakan terbuat dari bahan plastik atau kaleng, lindungi tandon menggunakan busa atau kain handuk yang dibasahi agar sinar matahari tidak menembus tandon yang dapat meningkatkan sushu larutan nutrisi. Paling aman menggunakan box sterofoam yang tidak dapat ditembus panas matahari. Kelebihan menggunakan box sterofoam adalah suhu larutan nutrisi tetap stabil meskipun di siang hari yang terik. Tandon yang terbuat dari bahan plastik atau kaleng cenderung lebih cepat panas dan menyebabkan naiknya suhu larutan nutrisi dengan cepat.

Pengendalian Hama

Kalau tanaman selada hidroponik yang dibudidayakan hanya sedikit atau skala hobi saja, hama maupun penyakit bisa dikendalikan secara manual. Tetapi jika tidak memungkinkan, lakukan penyemprotan menggunakan pestisida nabati. Usahakan sebisa mungkin untuk tidak menggunakan pestisida kimia.

Usia Panen Selada Hidroponik

Kurang lebih hanya butuh waktu 23 hari sejak bibit selada dipindah tanam hingga bisa dipanen dan dikonsumsi. Bibit selada hidroponik idealnya dipindah tanam umur 25-30 hari. Jika dihitung dari pindah tanam, umur panen selada hidroponik ini hanya 23 hari, tetapi jika dihitung sejak benih disemai umur panen selada hidroponik adalah 58 hari. Kalau kamu berencana memulai budidaya selada hidroponik untuk kepentingan bisnis, pastikan perhitungan usia panen tepat. Susunlah strategi marketing binsis selada ini dengan sebaik mungkin. Sekarang berbagai macam sayuran organik pasarnya makin luas dan peluangnya masih terbuka lebar.

Itulah ulasan seputar budidaya selada hidroponik yang bisa kamu coba. Teruslah berkembang untuk menjadikan agribisnis kamu #NaikKelas! Bagikan juga tulisan ini ke teman kamu yang lain supaya makin banyak orang yang terinspirasi untuk mulai berbisnis.

Ikuti terus artikel menarik seputar agribisnis lainnya hanya di BisnisUKM.com !

Leave a Comment

Bingung Cari Peluang Usaha?

Yuk Gabung Jadi Agen/ Mitra Waralaba