Aktivitas, Liputan Dinas

Go UKM Grobogan

produk UMKM GroboganSeperti halnya wilayah lain di Jawa Tengah, Kabupaten Grobogan dikenal juga memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang cukup potensial. Akan tetapi, belum maksimalnya pengelolaan, serta adanya keterbatasan dalam pengadaan teknologi, membuat potensi tersebut belum tergarap dengan baik. Beberapa sektor yang memiliki potensi SDA melimpah tersebut diantaranya pertanian, pertambangan, dan energi. Sementara sektor industri dan perdagangan juga semakin bergairah dengan banyaknya para pelaku usaha yang bermunculan.

Untuk mengetahui seputar kondisi yang dimaksud, tim liputan bisnisUKM berkesempatan menemui Kepala Dinas (Plt) Perindagtamben Kabupaten Grobogan Bapak Drs Muryanto, MM. Ditemui di kantornya, Kamis (26/4), Bapak Muryanto menjelaskan banyak hal terkait perkembangan UMKM, serta pertumbuhan industri di Kabupaten Grobogan pada umumnya. “Secara umum, perkembangan UMKM di wilayah Grobogan bisa dikatakan jalan ditempat, hal itu terkait adanya keterbatasan teknologi, pemasaran, dan modal usaha, sehingga pemasarannya pun masih terbatas di pasaran lokal,” jelas Bapak Muryanto.

Bapak Drs. Muryanto, MMDengan kondisi demikian, Bapak Muryanto mengharapkan adanya penyadaran kepentingan kewirausahaan di tingkat masyarakat industri, sehingga tercipta kemampuan UMKM yang mampu menghasilkan inovasi produk hingga mampu bersaing dengan dunia luar. “Terciptanya kemampuan UMKM dalam pemanfaatan informasi dan teknologi juga menjadi hal yang amat penting, khususnya informasi pemasaran, sehingga bisa tercipta sinergi positif antara daerah pemasaran dengan pelaku usaha, pemerintah, LSM, dan berbagai pihak pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, agar bisa mengembangkan UMKM di Grobogan seperti daerah-daerah lainnya,” imbuh Bapak Muryanto.

batik GroboganMenurut Bapak Muryanto, saat ini pihaknya (Dinas Perindagtamben) tengah berupaya mengembangkan batik tulis sebagai salah satu ikon produk lokal Grobogan. Bahkan setahun yang lalu, sebanyak sepuluh orang ibu-ibu yang ada di Grobogan diberikan fasilitas training dan studi banding produksi batik tulis di Jogja, Solo, dan Pekalongan. “Hasil dari training tersebut, saat ini di Grobogan sudah ada 16 kelompok pengrajin batik tulis, dimana masing-masing kelompok rata-rata terdiri dari 20-30 orang pengrajin,” imbuh Bapak Muryanto. Secara umum, hasil produksi batik tulis tersebut sudah bisa diterima oleh masyarakat, khususnya warga Grobogan itu sendiri.

Industri lain yang juga gencar dikembangkan di Kabupaten Grobogan adalah industri jagung. Sebagai wilayah yang dikenal sebagai sentra produksi jagung, banyak pelaku usaha di Grobogan yang memproduksi aneka jenis olahan berbahan baku jagung. “Marning, emping jagung, hingga nasi jagung kemasan, menjadi beberapa produk olahan jagung yang sudah lama kami (Kabupaten Grobogan) kembangkan,” tambahnya.

Di akhir wawancaranya, Bapak Muryanto berharap ke depannya UMKM yang ada di Kabupaten Grobogan semakin berkembang. Oleh karenanya, diperlukan adanya pembinaan dalam bidang teknologi, sehingga selain bisa bersaing dalam hal produk, juga bisa bersaing dalam hal teknologinya.

“Ayo dukung gerakan GO UKM!

Maju terus UMKM Indonesia bersama bisnisUKM.com!”

Tim liputan bisnisUKM