Kemasan Makanan Dari Pati Ubi Kayu

Kemasan makanan dengan biofoamPenggunaan Styrofoam sebagai kemasan makanan dalam kehidupan sehari-hari sudah sangat tinggi dan mengkhawatirkan, mungkin karena ringan, murah, tahan air, kedap panas dan juga mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan. Namun, penggunaan Styrofoam sebagai kemasan makanan mempunyai dampak negatif karena memiliki kandungan yang tidak baik bagi kesehatan bahkan tidak dapat terurai sehingga berdampak buruk juga bagi lingkungan.

Biofoam adalah kemasan produk yang sekarang ini mulai banyak digunakan sebagai alternatif pengganti Styrofoam. Biofoam ini dibuat dengan menggunakan bahan alami dari pati ubi kayu sebagai tambahan untuk memperkuat strukturnya. Bahan baku yang digunakan untuk membuat biofoam sebagai kemasan makanan ini pun menggunakan tanaman pangan yang mengandung serat dan pati sehingga ketersediaan bahan bakunya melimpah.

Mengenal Biofoam Sebagai Kemasan Makanan

Berbeda dengan kemasan makanan dari plastik dan Styrofoam yang berbasis bahan petrokemikal, kemasan biofoam bisa terurai secara alami atau biodegradable dan juga bisa diperbaharui (renewable). Selain itu, biofoam tidak menggunakan bahan kimia yang berbahaya seperti benzene dan styrene yang bersifat karsinogenik, melainkan memanfaatkan kemampuan dari bahan alami pati untuk mengembang kibat tekanan dan proses panas.

Proses pembuatannya dengan teknologi thermopressing, dimana adonan dari serat, pati dan bahan aditif lain dicampurkan dengan bahan tertentu yang selanjutnya ditambahkan cairan sampai mencapai 50%. Langkah berikutnya, adonan dicetak dengan suhu 170-180 derajat Celsius selama 2-3 menit. Biofoam mempunyai kuat tekan dan daya tarik yang lebih baik jika dibandingkan Styrofoam (31,80 N/mm2 dan 52.64 N/mm2).

Keunggulan Kemasan Biofoam

  • Produk biofoam dapat dibuat dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan
  • Sebagai kemasan ramah lingkungan alternatif pengganti Styrofoam yang aman bagi kesehatan tubuh
  • Menggunakan bahan baku alami yang bisa diperbaharui dan bisa terurai secara alami
  • Menggunakan teknologi yang sederhana sehingga tidak membutuhkan biaya besar untuk investasi.

Kehadiran biofoam dapat dijadikan sebagai jalan keluar atas keberadaan sampah plastik yang sampai dengan saat ini menjadi masalah besar terhadap pencemaran lingkungan. Dimana masyarakat Indonesia sekarang ini rata-rata menghasilkan sampah 0,5 kg per hari dan 13 persen diantaranya merupakan sampah plastik. Karena itu, mulailah beralih ke biofoam, kemasan makanan yang aman dan ramah lingkungan.

Sumber gambar : http://www.packagingaward.de/uploads/media/LT-0202_02.jpg

2 Komentar

Komentar ditutup.