Kenalkan Pentingnya Mitigasi Lewat Bisnis Tas Siaga Bencana!

Tas siaga bencana menjadi hal yang sangat penting untuk dipahami semua orang. Apalagi untuk kita orang Indonesia yang beberapa wilayahnya rawan terkena bencana. Bencana apapun jenisnya datang tak terduga, maka dari itu kita harus selalu siap siaga menghadapi dan menyiasatinya. Salah satu caranya adalah mempersiapkan diri dengan tas siaga bencana. Biasa juga dikenal dengan Emergency Preparedness Kit. Tas tersebut berisi kumpulan barang-barang kebutuhan dasar rumah tangga yang dipersiapkan sebelum terjadi bencana dan diperlukan dalam keadaan darurat. Emergency Bag ini diperlukan setelah terjadi keadaan darurat, setidaknya untuk bertahan dalam kurun waktu selama 72 jam atau 3 hari pertama.

Apa Saja Isi Tas Siaga Bencana?

Untuk mempersiapkan tas siaga bencana, kita harus menyimpan semua barang yang diperlukan ke dalam kantong plastik kedap air dan memasukkannya ke dalam tas siaga bencana. Kebutuhan dasar minimum yang direkomendasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam tas siaga bencana yang pertama adalah dokumen-dokumen penting seperti foto copy kartu keluarga, tanda pengenal (KTP, SIM, paspor), polis asuransi, buku tabungan, dan surat atau sertifikat penting lainnya untuk dimasukkan ke dalam plastik kedap air.

Berikutnya tas siaga bencana berisi air minum kemasan, makanan siap saji, pakaian ganti seperti baju lengan panjang, celana panjang, pakaian dalam, senter dan baterai cadangan, dan kotak P3K. Kemudian ada perlengkapan lain seperti uang tunai, kertas dan pensil, foto anggota keluarga, peluit untuk memberi sinyal bantuan, jas hujan plastik, pisau lipat serba guna, tali nilon, peta, serta telepon seluler dengan pengisi dan baterai cadangan atau power bank. Pentingnya pemahaman soal mitigasi bencana memang belum membudaya di Indonesia. Maka dari itu perlu sinergi bersama antar semua elemen untuk menjadikan mitigasi bencana sebagai pengetahuan dasar bagi setiap orang.

Begitu juga bagi Reni Prima Castri dan suaminya Dany Widyawan yang punya pengalaman soal pentingnya mitigasi bencana sampai akhirnya mereka mencoba usaha dengan menyediakan tas mitigasi bencana. Brand yag mereka miliki adalah S!AP Provides Emergency Kit Package for Family atau paket persiapan tas siaga bencana untuk keluarga. Keduanya memutuskan untuk menjalankan usaha yang belum banyak dilirik orang ini berdasarkan pengalaman keluarga mereka pribadi.

Awal Mula Memulai Usaha Jual Tas Siaga Bencana

Pada awalnya ide bisnis ini muncul ketika Reni dan Dany mendapatkan informasi soal potensi Gempa Megatrust selatan Jawa beberapa waktu lalu. Berita itu mengingatkan kembali pada target menyiapkan tas siaga bencana untuk keluarga mereka. Ternyata persiapan tas siaga bencana tidak semudah yang dibayangkan. Tahun lalu mereka sudah membuatnya, banyak salah beli barang dan ternyata tidak tepat guna. Berbagai peralatan dan perlengkapannya pun tidak bisa didapatkan secara lengkap bahkan
ketika belanja di toko besar.

“Ini emang sesuatu yang belum jadi budaya, tapi sebenernya sangat perlu dipersiapkan, karena kita hidup di negara dengan potensi bencana yang begitu tinggi. Indonesia ring of fire, terletak di atas tumbukan tiga zona subduksi, juga memiliki banyak gunung berapi yang masih aktif. Makanya penting banget pengetahuan mitigasi bencana seperti persiapan tas siaga bencana ini buat disosialisasikan ke masyarakat luas,” jelas Reni.

Bencana bisa datang kapan saja, tapi sudah siapkah kita? Saat bencana melanda, 3×24 jam pertama seringkali merupakan waktu yang paling kritis, berbahaya, dan membuat stres. Terlebih untuk yang memiliki anak kecil dan orang tua yang sudah lanjut usia. Bantuan belum datang karena Tim Rescue dan pemerintah membutuhkan waktu untuk bergerak melakukan pertolongan. Premium Emergency Survival Package dari S!AP hadir untuk menyediakan tas siaga bencana sebagai upaya bertahan secara mandiri dalam 72 jam pertama. Paket tas siaga bencana S!Ap berisi segala perlengkapan yang dibutuhkan untuk kesiapsiagaan bencana dalam keluarga. Harga untuk paketnya berkisar mulai dari Rp299.000 sampai Rp745.000. Brand S!AP dirilis bertepatan dengan World Tsunami Awareness Day pada tanggal 5 November 2010.

“Hidup di Indonesia secara geografis memiliki potensi bencana alam yang relatif tinggi, membuat kami menyadari perlunya persiapan. Melalui emergency kit atau tas siagabencana ini, kami mengajak keluarga Indonesia untuk bersiap menghadapi bencana sehingga tetap mandiri dalam menjaga keberlangsungan hidup, diri sendiri, keluarga, maupun komunitas,” tambah Reni.

Potensi Pasar dan Pemasaran Produk

Indonesia memiliki potensi rawan bencana yang terbentang dari ujung Sumatera, sepanjang Jawa-Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi hingga Papua. Semua daerah rawan bencana itu menjadi potensi pasar yang sangat besar untuk produk emergency kit seperti tas siaga bencana S!AP ini. Tapi sebelum masuk ke pasar pastinya perlu adanya sosialisasi dan edukasi yang dilakukan secara masif soal pentingnya mitigasi bencana. Tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat hingga pada akhirnya menerima dan setuju bahwa produk tas siaga bencana adalalah suatu kebutuhan.

Produk S!AP memang usianya masih muda tapi untuk strategi pemasarannya bisa dikatakan sudah cukup komplit terutama di pemasaran secara daring. Strategi pemasaran yang disusun beberapa di antaranya melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, Whatsapp, dan juga jejaring komunitas. Selain itu Reni dan Danny juga memanfaatkan jaringan kemitraan atau reseller untuk produk S!AP yang mereka jual.

“Untuk pemasaran kami juga dibantu para reseller yang tak hanya turut menjual produk, tapi juga turut mengedukasi lingkungannya tentang pengetahuan kebencanaan. Harapannya, selain bisa menumbuhkan kemandirian ekonomi, juga dapat meningkatkan awareness masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana,” ujar Reni.

Bukan hanya sekadar bisnis untu mendapatkan profit saja tapi Reni dan Danny sebelum membangun brand S!AP juga telah melakukan konsultasi dengan ahlinya yaitu pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta supaya produk mereka memang efisien dan tepat guna.

“Produk tas siaga bencana kami lengkap, praktis, tepat guna, dan insyaAllah bisa digunakan untuk bertahan dalam masa darurat 3×24 jam pertama pasca bencana terjadi. Dalam penyusunan detail perlengkapan yang ada dalam paket emergency kit S!AP kami juga berkonsultasi dengan BPBD DIY,” tambah Reni.

Tantangan Bisnis

Kesadaran kesiapsiagaan bencana masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi Reni dan Danny. Masih banyak masyarakat yang belum memahami risiko dari ketidaksiapan mereka menghadapi bencana. Maka dari itu sosialisasi mitigasi bencana harus benar-benar gencar dilakukan. Baik itu dari pihak pemerintah maupun dari kita sendiri ke lingkungan terdekat. Begitu juga dengan elemen lain seperti media yang banyak diakses orang secara umum. Seperti media massa maupun media sosial. Hal ini disadari betul oleh Reni dan Danny bahwa tantangan terbesar untuk bisnis mereka adalah kesadaran masyarakat soal mitigasi bencana yang masih kurang. Jadi sebelum tas siaga bencana ini masuk ke pasar membangun kesadaran itu yang harus digarap terlebih dahulu.

“Kami membutuhkan dukungan dari banyak pihak untuk menggaungkan edukasi mitigasi bencana ini. Sejauh ini usaha yang kami tempuh adalah mencari sumber-sumber media seperti TVBisnis dan Bisnis UKM yang bersedia bekerja sama dengan pelaku UKM. Begitu juga merekrut reseller untuk membantu publish materi edukasi dan menawarkan solusi melalui tas siaga bencana S!AP emergency kit,” ujar Reni.

Selain tantangan bisnis yang memang masih besar, kendala dalam menjalankan usaha tas siaga bencana emergency kit ini juga dihadapi oleh Reni dan Danny. Terutama soal SDM yang masih sangat terbatas karena usia bisnis yang memang asih muda. Ke depannya S!AP akan mengepakkan sayapnya dengan membentuk tim yang efektif, efisien, dan juga kompeten.

“Semoga bisnis ini tak hanya menyumbangkan kemandirian finansial, namun juga dapat mengurangi resiko bencana, menyelamatkan nyawa bagi mereka yang bersiaga dan mau belajar bersama S!AP,” tutup Reni.

Itulah kisah bisnis dari S!AP sebagai brand emergency kit yang semoga bisa menjadi inspirasi bisnis untuk kamu dalam menjalankan bisnis. Bagikan juga tulisan ini ke teman kamu yang lain supaya makin banyak orang yang terdorong untuk memulai bisnis.

Ikuti terus kisah menarik dari perjalanan para pelaku bisnis lainnya hanya di BisnisUKM.com

3 thoughts on “Kenalkan Pentingnya Mitigasi Lewat Bisnis Tas Siaga Bencana!”

  1. Bagusnya ide ini yakni bukan hanya dari segi bisnisnya saja namun ada social impactnya juga utk mengedukasi masyarakat utk lebih aware dengan mitigasi bencana

    Reply
  2. Tas mitigasi bencana S!AP sgt inovatif, sangat diperlukan tp tak terpikirkan. Dg tas ini akan memudahkan kita semua bila tiba2 terjadi bencana. sukses sll

    Reply

Leave a Comment