Manisnya Untung Bisnis Coklat dari Hobi

 Bisnis Coklat dari HobiBerawal dari hobi membuat cokelat, Fenny Armayati (30) sukses meraup untung dari bisnis coklat dengan brand Fenny Choco and Gift. Bisnis coklat dijalankan Fenny sejak lulus sekolah menengah, tepatnya pada tahun 2003 silam di Kota Surabaya.

Saat pertama membuka usaha, Fenny mengaku hanya iseng-iseng saja karena ingin mendapatkan uang saku tambahan. Dengan modal awal sebesar 50 ribu rupiah Fenny pun memulai bisnis hobi tersebut. “Kala itu dengan uang 50 ribu, saya gunakan untuk belanja bahan coklat, kemasan (toples/box), dan cetakan coklat. Sedangkan peralatan lain saat itu masih menggunakan milik Ibu saya.” Jelas Fenny.

Sekali mencoba rupanya bisnis coklat Fenny laku keras, dan perlahan tapi pasti ia terus melakoni bisnisnya. Perlahan-lahan Fenny pun mengumpulkan uang untuk membeli peralatan memasak coklat. Jika dihitung sampai sekarang, cetakan koleksi Fenny untuk menjalankan bisnis dari hobinya sudah lebih dari 100 buah model.

Meski bisnis dari hobi Fenny sudah berjalan cukup lama, Fenny belum berani untuk membuka toko coklat secara offline. Fenny khawatir terkait biaya operasional yang harus dikeluarkan untuk membuka toko offline. Selain itu, profesi Fenny sebagai karyawan membuatnya takut tidak bisa fokus dengan bisnisnya. Fenny pun hingga saat ini mensiasatinya dengan memasarkan produk bisnis coklat buatannya melalui media online secara gratis. Sebelum beralih ke pemasaran online, Fenny pernah dibantu tetangganya untuk memasarkan langsung di sekolah atau kampus-kampus. Omzetnya pun cukup lumayan.

Dalam membuat bisnis coklat, Fenny mengaku hanya belajar dari resep-resep di buku atau majalah. Karena biaya pelatihan membuat bisnis coklat masih sangat mahal pada waktu itu. Dulu, ketika Fenny tidak punya banyak uang untuk membeli buku ia pun mensiasatinya dengan membaca berulang-ulang sampai hafal dan saat di rumah ia catat.

Bisnis coklat ini, menurut Fenny bisa dibilang sebagai bisnis sampingan.  Karena selepas lulus sekolah menengah, Fenny bekerja di kantor notaris dan sepulang kerja ia kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya. Baru lah setelah ia pulang dan ada pesanan Fenny mengerjakan bisnis coklatnya. Pengalaman bertemu dengan klien di kantor notaris yang berprofesi sebagai pengusaha, membuat Fenny belajar banyak tentang bisnis. Kini Fenny bekerja sebagai Legal Officer di perusahaan property, dari pekerjaan ini ia mendapat banyak pengetahuan tentang pengelolaan bisnis.

Hingga saat ini Fenny masih menjalankan bisnis coklat, sambil menambah produk turunan berupa kotak kado, toples hias, clay, pita, kartu ucapan, desain mug, dan parcel. Fenny tetap konsisten dengan brandnya yang melayani penjualan untuk coklat dan kado.

Meski bisnis coklat Fenny masih berstatus sebagai bisnis sampingan, omzet bisnis coklat Fenny bisa mencapai angka 5 juta rupiah di hari-hari besar seperti Idul Fitri. Bahkan jika ada pesanan hadiah untuk bayi atau souvenir, omzet Fenny bisa mencapai 10 juta rupiah lebih untuk satu kali order.

Di akhir sesi wawancara, Fenny memberikan kunci sukses dalam berbisnis bagi para sobat bisnis. “Dalam mengembangkan bisnis kita harus memiliki keyakinan dan komitmen,  karena yakin pada Allah bahwa apa yang kita perbuat akan membawa manfaat bagi orang lain.” papar Ibu satu anak ini.

Suami Fajar Nur Kholis ini pun memberikan pesan dan tips sukses dalam mengembangkan bisnis sampingan para Sobat bisnis. “Yakinlah dengan apa yang diusahakan, Anda harus fokus pada 1 tujuan atau 1 bidang atau 1 produk saja. Nantinya, sambil berjalan seperti air mengalir, carilah peluang usaha lain yang mendukung usaha utama. Anda pun harus komitmen dengan usaha Anda. Jangan setengah-setengah dan cepat bosan.” cerita Fenny bersemangat.

Tim Liputan BisnisUKM