Berita UKM

Pelaku Bisnis Kuliner Diminta Menkop dan UKM Segera Urus Hak Cipta!

Pelaku Bisnis Kuliner Diminta Menkop dan UKM Segera Urus Hak Cipta!Kementerian Koperasi dan UKM mulai mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah, khususnya yang bergerak di bisnis kuliner, mulai mengurus ijin hak cipta dan merk dagang. Langkah ini diambil Anak Agung Ngurah Puspayoga mengingat sudah banyak UKM di Indonesia yang mengeluhkan kecolongan, produknya sudah dipatenkan orang lain.

“Kalau usahanya pengen maju, harus mulai serius mengurus hak cipta dan merk dagang. Apalagi ini jadi salah satu syarat untuk bisa ikut pameran keluar negeri,” kata Puspayoga ketika membuka pameran UMKM bertajuk MSP Expo 2017.

Selama ini pelaku bisnis kuliner mengesampingkan urusan hak cipta, yang terpenting bagi mereka sudah mengantongi ijin BPOM atau PIRT dari dinas kesehatan. Alhasil, ketika produk kreasinya dipatenkan orang lain, baru kebingungan bagaimana caranya mendapatkan hak cipta.

“Contohnya saja seperti kasus yang dihadapi perajin asal Bandung, Yogyakarta dan Bali yang produknya justru dipatenkan orang lain setelah pameran di luar negeri,” tambahnya.

Agar kejadian serupa tak dialami para pelaku bisnis kuliner di tanah air, Kemenkop dan UKM memberikan kemudahan bagi para UMKM untuk mengurus ijin hak cipta secara online. Tak tanggung-tanggung, pihaknya juga memberikan pelayanan tersebut gratis bagi UMKM, dengan rentang waktu pengurusan yang relatif singkat. “Bahkan kalau semua syarat sudah terpenuhi, pengurusan hak cipta UMKM bisa selesai dalam hitungan jam,” ujar Menteri Koperasi dan UKM.

Sayangnya kemudahan ini belum sepenuhnya digunakan pelaku UKM di Indonesia. Dari jutaan UKM yang terdaftar, di tahun 2017 ini baru ada sekitar 3.000 yang memiliki hak cipta. Melihat data tersebut, Puspayoga menghimbau para pelaku bisnis kuliner untuk mulai tergerak memanfaatkan fasilitas pengurusan hak cipta lewat online.

Dengan banyaknya keragaman kuliner di Indonesia, seharusnya UKM yang bergerak di bisnis kuliner bisa naik kelas ke level internasional mengikuti jejak kesuksesan industri kerajinan tanah air yang mulai merambah pasar mancanegara.

SHARE YUK!