Peluang Usaha Siomay Keliling

siomay ” Banyak jalan menuju Roma ”, istilah tersebut sangat sesuai untuk menggambarkan banyaknya cara dan pilihan peluang bisnis yang dapat kita jalankan. Hal itu pula yang memberikan motivasi kepada Kang Ikun yang saat ini bekerja sebagai penjual siomay keliling. Karena terbatasnya modal dan kemampuan yang ia miliki, kang Ikun yang saat itu telah menyelesaikan sekolahnya ditingkat SLTP di Purwokerto. Memutuskan untuk ikut pamannya yang melancong ke kota Jogja untuk berjualan siomay keliling.Konsumen

Makanan ini disukai sebagian besar masyarakat kita, baik anak kecil, pelajar, mahasiswa, sampai orang tua menyukai makanan yang teksturnya kenyal ini.

Info bisnis

Berawal dari kebiasaannya ikut bersama sang paman yang menjajakan siomay keliling dengan sepeda , Kang Ikun akhirnya memberanikan diri untuk berjualan siomay keliling sendiri dengan mengambil alih sebagian wilayah jualan sang paman. “ Saat itu saya masih berumur 13 tahun, jadi paman cuma ngasih ijin saya berkeliling di wilayah yang tidak terlalu jauh dari kontrakan,” ungkap Kang Ikun. Berkat ketekunan dan kegigihan kang Ikun selama bertahun – tahun menekuni usaha siomay kelilingnya, kini Kang Ikun telah memiliki tiga sepeda siomay keliling yang digunakannya bersama dengan kedua anak buahnya untuk berjualan siomay keliling.

Produk yang ditawarkan Kang Ikun antara lain siomay, tahu, kentang rebus, kol rebus, telur rebus dan pare. Dengan menawarkan berbagai macam produk, membuat konsumen dapat membeli sesuai dengan selera mereka.

Kini usaha yang dimilikinya mampu dijadikan pegangan untuk memenuhi kebutuhan pribadinya serta kebutuhan keluarganya yang ada di kampung. Ia bisa menjual siomay dagangannya rata – rata 40 porsi / hari, dengan harga Rp 4.000,- / porsi. Selain itu Kang Ikun juga masih dapat tambahan pemasukan dari setoran yang dihasilkan dari kedua anak buahnya, rata – rata anak buahnya menghabiskan 250 butir siomay per harinya dengan harga Rp 400,- / butirnya.

Kelebihan bisnis

Somay Kang Ikun ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau, sehingga konsumen yang rata – rata pelajar dan mahasiswa menanti kedatangan Kang Ikun. Bisa dibilang bisnis somay keliling juga memiliki jangkauan pasar yang lebih luas, karena bisa berpindah dari satu tempat yang kurang ramai ke lokasi yang lebih ramai. Disamping itu, untuk memulai bisnis ini juga tidak diperlukan modal besar. Bagi para pemula yang belum bisa memproduksi somay, tidak perlu kawatir karena banyak juragan somay yang menyewakan gerobaknya beserta stok somay yang siap jual.

Kekurangan bisnis

Hambatan yang sering dihadapi pelaku bisnis somay keliling, termasuk Kang Ikun adalah tingginya persaingan pasar. Karena saat ini penjual somay keliling juga sangat banyak,dan tersebar di berbagai daerah sehingga persaingannya cukup ketat. Disamping itu kenaikan harga bahan baku seperti harga tepung dan ikan, membuat para pedagang somay kesulitan untuk menekan biaya produksi.

Pemasaran

Setiap harinya Kang Ikun berkeliling mulai dari pukul 12.00 sampai dengan pukul 19.00, dengan wilayah keliling area sekolahan, daerah anak – anak kost yang ada di sekitar kampus daerah Jogja, serta masyarakat umum. “ Biasanya pedagang somay keliling memukul alat kentongan kecil itu, jadi para pembeli hafal kalo itu suara pedagang somay. Kebanyakan pelanggan tetap saya para mahasiswa dan anak – anak  kost, ” jelasnya.

Diluar kegiatan pokoknya jualan siomay keliling, kang Ikun juga sering mendapatkan pesanan siomay untuk hidangan acara – acara khusus atau hajatan yang diadakan para pelanggan tetapnya. Jadi ada tambahan pendapatan selain omset hasil jualan keliling.

Kunci sukses

Dari peluang usaha siomay keliling yang dianggap contoh usaha kecil pun kita mampu memperoleh keuntungan yang besar apabila ditekuni dan dikelola dengan baik. Kepuasan pelanggan menjadi syarat mutlak yang harus dicapai dalam menjalankan segala macam usaha. Dan Kang Ikun pun selalu berkomitmen untuk menjaga kualitas rasa siomay yang diproduksinya. “ Walaupun siomay saya hanya pakai sepeda keliling, tapi rasa siomay saya gak boleh kalah dengan siomay yang ada di restoran.” Ujar Kang Ikun sembari tersenyum dengan penuh percaya diri.

Berikut kami cantumkan analisa biaya berjualan usaha ini.

Analisa Ekonomi

Modal awal
Bahan baku                                                  Rp 100.000,00
Gerobak sepeda                                              Rp 600.000,00
Peralatan ( piring plastik, sendok, garpu, pisau, lap, dll) Rp 250.000,00
Lain – lain                                                 Rp  25.000,00 +
Jumlah                                                      Rp 975.000,00

Biaya Operasional / hari
Pembelian bahan baku                                        Rp 100.000,00
Gas Elpiji                                                  Rp  14.000,00
Lain – lain                                                 Rp  10.000,00+
Jumlah                                                      Rp 124.000,00

Pemasukan
Omset/ hari      : 40 porsi x Rp 4.000,00  =                Rp 160.000,00

Laba bersih / hari Rp 36.000,00

Laba bersih / bulan
Rp 36.000,00 x 30 hari =                                    Rp 1.080.000,00

Jika rasanya saja tidak kalah dengan siomay restoran, kenapa tidak kita kembangkan usaha yang potensial ini menjadi usaha yang lebih besar lagi. Tentunya bagi mereka teman-teman seperti Kang Ikun ini membutuhkan support dana dan pendampingan manajerial untuk membantu mengembangkan usahanya lebih besar lagi.
Sumber gambar : http://www.tabloidharapanindah.com/imgupl/_107_1085.gif

http://food.detik.com/images/content/2009/06/04/294/siomaybsr.jpg

16 thoughts on “Peluang Usaha Siomay Keliling”

  1. Inspiratif, Bisa minta resep dan info peralatan yang dibutuhkan dalam membuat siomay beserta harganya? Terimakasih.

  2. saya mohon bantuannya cara membuat siomay yang paling enak serta peralatannya. kalau bisa dalam bentuk videonya ada nggak ya mas. Terima kasih saya ucapkan sebelumnya.

  3. Bisa kang ikun dihubungi? Tolong alamat & no. telponx dong.. mau nanya-nanya soal siomay nih. Tolong dijawab ya.. Trims

Comments are closed.

Bingung Cari Peluang Usaha?

Yuk Gabung Jadi Agen/ Mitra Waralaba