Pengembangan Sentra Kerajinan Bambu di Kabupaten Sleman

sentra kerajinan bambu slemanSebagai negara beriklim tropis, tanaman bambu menjadi salah satu kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Masyarakat Indonesia telah memanfaatkan tanaman bambu untuk berbagai keperluan. Misalnya saja untuk membuat perabot rumah tangga, pagar, kerangka, dan dinding. Hingga saat ini, tanaman bambu masih menjadi komoditas istimewa yang dapat dijadikan berbagai macam produk kerajinan.

Kabupaten Sleman merupakan salah satu sentra kerajinan bambu yang masih sangat produktif. Pesatnya industri kerajinan bambu di Sleman, membuat Kementerian Kehutanan menjadikannya sebagai sentra pengembangan komoditas bambu di Indonesia. Investasi yang digelontorkan untuk pengembangan ini mencapai Rp10 milyar.

Pada tahun 2013, populasi tanaman bambu di Sleman mencapai 733.545 batang yang tersebar di wilayah Pakem, Cangkringan dan Turi. Sementara kebutuhan bambu pada tahun 2011 mencapai 817.860 batang. Jumlah perajin produk tanaman bambu pun selalu meningkat setiap tahunnya. Saat ini ada empat kecamatan yang menjadi sentra kerajinan bambu di Sleman, yakni Daerah Mlati, Moyudan, Minggir, dan Godean.

Kerajinan Bambu Sleman Tembus Pasar Ekspor

Dusun Brajan yang berada di Kecamatan Minggir menjadi Desa Wisata Budaya dan Sentra Kerajinan Bambu di Yogyakarta. Hingga saat ini ada sekitar 110 jenis kerajinan bambu yang dihasilkan dari pengrajin di Dusun Brajan. Tidak hanya dipasarkan secara lokal, kerajinan bambu dari Desa Wisata Brajan ini pun sudah merambah pasar internasional. Sebagai desa wisata, Dusun Brajan pun menawarkan berbagai paket kunjungan wisata. Sebut saja fasilitas home stay, paket atraksi seni budaya  dan tak ketinggalan paket belajar kerajinan bambu.

Selain di Dusun Brajan, salah satu sentra kerajinan bambu juga ada di Dusun Sendari Kecamatan Mlati. Produk kerajinan yang dihasilkan antara lain mebel, handicraft, perabot rumah tangga, dan berbagai macam souvenir dari bambu. Para pengrajin di daerah ini pun tidak hanya melayani permintaan pasar domestik. Permintaan dari pasar Eropa seperti Spanyol, Belanda, Belgia, juga Negara-negara lain sudah terbiasa dilayani para pengrajin bambu di Sendari.

Untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri, para produsen kerajinan bambu harus memperhatikan syarat-syarat kualitas barang bak dari segi kandungan kadar air, konsistensi dan keawetan produk, serta ketepatan jadwal pengiriman menjadi hal yang tidak boleh diabakaian oleh para pengrajin.

Hampir semua bagian dari tanaman bambu dapat dimanfaatkan. Mulai dari akar, rebung, batang pohon, ranting, dan juga daunnya. Oleh karenanya, diperlukan penerapan teknologi tepat guna untuk mengembangkan produk dari tanaman bambu. Masyarakat pun perlu diedukasi bahwa bambu tak sekedar bisa diolah menjadi furnitur, tetapi dapat diolah menjadi produk lain. Seperti pulp, kertas, papan serat, dan asap cair. Penerapan teknologi tepat guna akan membuat nilai komoditas bambu dapat dikembangkan. 

Diolah dari berbagai sumber
Sumber gambar: http://dwiafri2.files.wordpress.com/2012/10/img_2645.jpg

1 thought on “Pengembangan Sentra Kerajinan Bambu di Kabupaten Sleman”

  1. Bisa minta katalog berikut pricelist harga kerajinan bambu baik berupa furniture maupun kreasi kerajinan bambu yg lain. Trims

    Reply

Leave a Comment