Pulennya Laba Alpukat Cipedak Bikin Ketagihan

Bisnis budidaya alpukat cipedak Alpukat biasanya terasa pahit di lidah dan banyak seratnya. Tapi, Alpukat Cipedak berbeda dengan alpukat pada umumnya. Rasanya yang pulen dan manis di lidah, dengan warna kekuningan seperti mentega membuat orang yang memakannya dibuat ketagihan.

Secara ukuran Alpukat Cipedak juga memiliki keunggulan. Jika alpukat biasa hanya berukuran sekepalan tangan, satu Alpukat Cipedak yang dibudidayakan Abdul Karim (56) beratnya bisa sampai 7 ons. Tak heran, sejumlah supermarket besar kini berlomba-lomba menyediakan Alpukat Cipedak.
Alpukat cipedakBesarnya permintaan pasar, menjadi berkah tersendiri buat Karim yang memiliki tiga indukan pohon alpukat. Indukan yang rata-rata berusia 15 tahun itu, satu pohonnya bisa menghasilkan buah hingga 1 kwintal.
“Kita punya kelompok sendiri. Tercatat ada 15 indukan milik anggota. Indukan yang sudah berbuah lima kali, satu pohon bisa menghasilkan 1 kwintal. Tapi. kalau indukan yang baru pertama kali berbuah, hasilnya kurang dari 10 kilogram,” ujarnya kepada BisnisUKM.com di rumahnya kawasan Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (1/6).

Baca Juga Artikel Ini :

Budidaya Durian Mengantarkan Dokter Polisi Jadi Jutawan

Buah Leci Mulai Dibudidayakan di Daerah Tropis

Menurutnya, dinamakan Alpukat Cipedak karena yang pertama kali menemukan bibit dan membudidayakannya adalah warga setempat. Karena itu, sebagai ciri khas akhirnya digunakan nama Kelurahan Cipedak, tempat buah itu ditanam sebagai nama jenis alpukat. Beberapa warga Depok pun sudah mulai ada yang menanamnya, tapi nama Cipedak sebagai tempat asal benih itu tetap disematkan.
“Budidaya Alpukat Cipedak sangat menguntungkan, karena harganya stabil. Sekilo harganya antara Rp 15-20 ribu. Rasanya pulen seperti mentega. Dimakan tidak pakai gula juga tidak apa-apa, karena rasanya sudah manis,” jelasnya.

Tengkulak Bikin Harga Alpukat Makin Tinggi

Pohon alpukat cipedakKarim sendiri membudidayakan Alpukat Cipedak sejak 2010. Pohon alpukatnya cukup rajin berbuah dan tak mengenal musim. Biasanya dari mulai tunas buah hingga menjadi buah yang matang dibutuhkan waktu sekitar 7 bulan. Dengan siklus yang cukup panjang itu, Karim kini mengatur benih-benih alpukat agar bisa berbuah tanpa henti dari satu pohon ke pohon lain.
“Alpukat Cipedak bisa berbuah setiap saat. Tapi, karena proses pematangannya cukup panjang, bisa juga diakali dengan teknik pemupukan yang benar. Jadi, bisa diatur giliran panennya,” katanya.
Menurutnya, meski terkadang sesama anggota kelompok panen, namun harga alpukat tidak pernah jatuh. Tak heran, banyak tengkulak datang langsung ke warga dan membeli buah secara ijon.
BINGUNG CARI IDE BISNIS ?
Dapatkan Ratusan Ide Bisnis Dilengkapi Dengan Analisa Usaha.
Klik Disini
“Di supermarket harganya bisa Rp 25 ribu per kilo. Dari mana mereka dapat, kalau bukan dari tengkulak yang beli langsung ke warga. Sebab, beberapa warga yang bukan anggota kelompok, ada juga yang punya pohonnya. Kita juga tidak bisa larang mereka jual ke tengkulak, karena mereka tergiur harga tinggi,” ucap Karim.

Jual Bibit ke Berbagai Daerah

Bibit buah alpukat cipedakKarim yang hanya tamatan SMA cukup ahli dalam dunia budidaya alpukat. Bahkan, Institut Pertanian Bogor (IPB) belum lama ini membeli 200 pohon alpukat kepadanya untuk dijadikan sampel.
Sejumlah daerah di Indonesia juga kerap memesan benih kepadanya seperti, Padang yang baru-baru ini memesan 1200 pohon, Kuningan, Cirebon hingga ke Bali.
“Yang ajak kerja sama juga banyak, termasuk dari pemerintahan. Termasuk ada tawaran kerja sama dari Bali. Mungkin habis Lebaran baru bisa terlaksana,” tuturnya.
Untuk satu bibit, Karim menjualnya beragam sesuai tinggi pohon, mulai dari Rp 35.000 sampai Rp 110.000.¬†“Lumayan omzetnya Rp 5 juta sebulan. Paling banyak dari jual bibit. Bibit pohon alpukat juga cukup kuat, dia tahan dari serangan ulat,” tandasnya.
Tim Liputan BisnisUKM
(/Dunih)
Kontributor BisnisUKM.com wilayah Depok

2 Komentar

    • Silahkan email contac bpk ke saya pak sigit.sudarman@gmail.com jika beliau bersedia saya akan infokan ke bapak

Komentar ditutup.