Kain sutera adalah kain halus dan lembut yang berasal dari hasil karya anyaman ulat sutra selama dua hari satu malam untuk membentuk kokon atau kepompong. Dari kokon inilah benang sutra dipintal lalu ditenun menjadi kain. Untuk menghasilkan kain sutra yang berkualitas baik harus dipilih kokon yang berkualitas baik juga. Padahal tidak semua kokon yang dihasilkan petani ulat sutera berkualitas baik. Lalu bagaimana nasib kokon-kokon yang berkualitas jelek? Biasanya petani hanya membakarnya saja karena dianggap tidak memiliki nilai jual.

Video Praktisi

Kiat Memulai Bisnis Cokelat Ndalem Jogja

Untuk menciptakan peluang bisnis kerajinan yang ramah lingkungan, kita dapat memanfaatkan limbah kokon ulat sutera ternyata masih banyak gunanya. Meski sudah tak bisa lagi dipintal menjadi benang, ditangan para pengrajin, benda ini mampu dikreasikan menjadi beragam hiasan.  Limbah kepompong ulat sutera dapat dibuat menjadi beragam kerajinan tangan, seperti rangkaian bunga, vas bunga, anting, kalung, korsase, hiasan untuk pensil, gantungan kunci, hiasan meja, dan lain-lain.

Dengan memanfaatkan kekayaan alam limbah kokon menjadi berbagai kerajinan bisa dijadikan sebuah industri rumah tangga yang memiliki nilai tambah, sekaligus ikut membantu menjaga kebersihan lingkungan.

Ada dua jenis bahan yang digunakan untuk kreasi ini yakni kepompong ulat sutera liar yang berwarna keemasan dan kepompong ulat sutera putih yang dihasilkan ulat sutera yang dipelihara melalui media daun murberi. Kepompong ulat sutera liar banyak terdapat di daun jambu mete dan kedondong.

Untuk mengolah limbah kepompong menjadi berbagai macam kerajinan, pertama-tama bahan kokon tersebut harus dibersihkan dari bulu-bulu yang melekat. Setelah dibersihkan lalu kokon tadi dikeringkan selama sehari dan dibuang bagian dalamnya. Untuk menambah kreasi warna, kokon dapat diberi pewarna yang tekstil menarik. Setelah itu, kepompong bisa dibentuk sesuai bentuk yang diinginkan.

Untuk membuat aksesoris, kepompong yang sudah siap bisa langsung dibuat motifnya sesuai keinginan dengan menggunakan gunting lalu direkatkan dengan lem. Motif yang sering digunakan biasanya berbentuk bunga. Bisa dalam bentuk bunga dalam tangkai untuk disimpan di vas, aksesoris berupa jepit rambut, bros, aksesoris sepatu atau hiasan untuk interior rumah.

Sedangkan untuk membuat hiasan boneka untuk pensil lebih mudah, karena tidak perlu membentuk motif. Cukup dengan menempelkan kokon yang bentuknya bulat utuh pada pangkal pensil (sebagai kepala). Lalu menambahkan mata, mulut dan benang wol untuk rambutnya.

Agar bisnis kerajinan kepompong ini dapat bertahan lama, maka Anda harus pintar melihat selera konsumen. Oleh karena itu, luangkan waktu untuk jalan-jalan ke pusat kerajinan dan mall untuk melihat bentuk seperti apa yang sedang laku di pasaran, sehingga dapat diciptakan kreasi baru agar tidak monoton.

sumber gambar: http://denmasrul.com/wp-content/uploads/2008/09/mawar-coklat.jpg dan http://balisouvenirs.wordpress.com/2008/01/05/kerajinan-dari-kepompong-ulat-sutera