Kemasan

Membuat Label Makanan, Penting Cantumkan 7 Hal Ini

membuat-label-makanan-perlu-mencantumkan-hal-hal-ini

Membuat label makanan harus memperhatikan beberapa poin penting lho. Sudah tahu belum?

Tidak bisa kita pungkiri bila sampai saat ini keberadaan label produk menjadi salah satu faktor penting yang bisa menguatkan branding sebuah produk. Selain memperhatikan desain kemasan produk yang digunakan, biasanya calon konsumen membaca label produk yang dicantumkan sebelum mereka memutuskan untuk melakukan transaksi pembelian. Hal ini berlaku juga baik ketika konsumen hendak membeli produk makanan ataupun minuman.

Kamu tidak perlu jauh-jauh mencari contoh, lihatlah diri sendiri. Sebelum kamu memutuskan untuk membeli sesuatu, pasti kamu juga melakukan pengecekan, bukan? Salah satu pengecekan bisa kamu lakukan melalui membaca label tersebut. Eits, tetapi tidak sembarangan informasi dicantumkan karena calon pembeli biasanya juga butuh tahu info-info spesifik dari produk yang hendak dibeli.

Perlu Cantumkan 7 Hal Ini Dalam Membuat Label Kemasan

Dalam dunia pemasaran, keberadaan label produk bisa diibaratkan sebagai sebuah tanda pengenal sekaligus menjadi alat pembeda dari para pesaingnya. Melalui label produk yang digunakan, para pebisnis bisa menyampaikan informasi kepada calon konsumennya mengenai kualitas, legalitas, brand/ logo, petunjuk penggunaan, kode produksi, dan lain sebagainya.

Apalagi buat kamu yang fokus bergerak di bisnis olahan pangan, ada 7 hal yang perlu dicantumkan pada label makanan agar produkmu dapat dipercaya para pelanggan. Berikut adalah 7 hal yang harus diperhatikan ketika membuat desain label makanan.

1. Nama atau brand produk

Untuk membuat brand produk, yang perlu diperhatikan adalah mencantumkan nama jenis olahan dan merek dagang yang digunakan. Contohnya seperti : “Keripik Pisang Kusuka”. Kata “Keripik pisang” mewakili jenis produk dan “Kusuka” merupakan merek dagang yang digunakan.

Kalau perihal nama seperti ini jelas sangat penting, tidak hanya untuk konsumen, tetapi juga untuk kesuksesan bisnismu sendiri. Sebelumnya, mari kita sama-sama sedikit membahas apa itu branding dan kenapa itu penting untuk bisnismu. Secara definisi, branding merupakan praktik pemasaran ketika usahamu menciptakan nama, simbol/logo, atau desain sehingga mudah diidentifikasi antara produk satu dengan produk usaha lain.

Branding menjadi penting tidak hanya karena membuat kesan yang mengesankan pada konsumen, tetapi juga memungkinkan konsumen mengetahui apa yang bisa diharapkan dari usahamu. Ini juga menjadi pembeda antara usahamu dan kompetitormu bahwa mungkin yang usahamu tawarkan berbeda dan lebih unggul dengan yang ditawarkan kompetitor meski sekilas sama.

Merekmu mejadi identitas dan bagaimana kamu ingin dianggap di masyarakat sehingga bisa menjadi visi misi juga.

2. Cantumkan informasi berat bersih produk pada label makanan

Mengingat produk olahan pangan bisa dikemas dalam berbagai ukuran, maka penting buat kamu untuk mencantumkan berat bersih produk pada label makanan. Sebab, selain memperhatikan kualitas produk, sebagian konsumen juga mempertimbangkan kuantitas produk di setiap kemasan makanan.

Posisikan dirimu sebagai konsumen akan menjadi cara yang relatif mudah. Ketika kamu dihadapkan dengan beberapa pilihan harga, kuantitas, dan hal-hal lainnya berkaitan dengan produk, kamu pasti akan mencari yang ‘lebih’ dibanding yang lain. Sama juga dengan konsumenmu, jadi ketika hendak menjalankan usaha, kamu juga harus memperhatikan hal-hal yang kelihatannya sepele seperti ini. Oke?

3. Informasi lengkap siapa produsen atau distributor

Asal-usul produsen maupun distributor produk menjadi salah satu hal yang banyak ditanyakan oleh calon konsumen. Biasanya untuk produk dalam negeri, nama dan alamat produsen yang dicantumkan pada label makanan. Sedangkan untuk produk makanan yang diimport dari luar negeri, maka perlu mencantumkan nama atau perusahaan yang menjadi distributor atau importir produk tersebut.

4. Tuliskan komposisi atau bahan yang digunakan

Packaging Produk yang BaikHal keempat yang perlu kamu cantumkan adalah komposisi atau daftar bahan yang digunakan selama proses produksi berlangsung. Dalam hal ini kamu bisa mencantumkan komposisinya di label makanan lengkap beserta takaran yang digunakan.

Sebaik-baiknya pelaku usaha adalah mereka yang jujur dengan apa yang diperdagangkannya. Jangan sampai kamu mengelabui konsumen hanya demi pendapatan yang besar, bisa jadi tidak berkah deh rejeki yang kamu dapatkan.

Oh iya, ini juga penting untuk menjaga konsumen kita, siapa tahu ada konsumen kita yang memang alergi mengonsumsi makanan yang mengandung kandungan tertentu. Jadi, ketika menjalankan usaha juga tidak hanya mementingkan diri sendiri, tetapi juga memperhatikan keamanan dan kenyamanan orang lain (dalam hal ini konsumen).

5. Label makanan dilengkapi dengan legalitas

Poin kelima ini yang tidak boleh kamu abaikan, yaitu masalah legalitas atau perizinan produk. Dari mulai izin yang dikeluarkan BPOM RI, izin halal dari MUI, atau izin sementara yang dikeluarkan oleh dinas kesehatan setempat (biasanya berupa izin P-IRT). Apalagi sekarang ini konsumen kita makin pintar, tidak asal murah lalu beli, tapi ada banyak hal yang dipertimbangkan.

Beberapa orang sangat strict untuk urusan halal tidaknya sebuah produk. Tidak sedikit pula konsumen yang cermat soal urusan perizinan. Mau harganya semurah apa, tapi tidak memenuhi syarat, konsumen cerdas akan skip produkmu.

6. Membuat label makanan disertai tanggal kadaluarsa

Bagi pelaku bisnis makanan, wajib hukumnya untuk mencantumkan tanggal kadaluarsa produk. Hal ini mengingat produk olahan pangan memiliki batas waktu penggunaan yang cukup singkat. Contoh penulisan tanggal kadaluarsa pada label makanan  “Baik digunakan sebelum : 5 Oktober 2015”.

Keberadaan tanggal kadaluarsa juga bisa membantu dalam startegi penjualan. Biasanya kalau sudah mendekati expired, akan diberlakukan diskon supaya segera laku dan menekan kerugian. Jadi, sebenarnya hal-hal sepele seperti ini tidak bisa dianggap sepele! Yuk, mulai sekarang lebih aware sama hal-hal yang dipandang sebelah mata seperti ini.

7. Kode produksi

Kode produksi merupakan alat yang dapat menjelaskan tentang proses produksi makanan yang diproduksi pada kondisi dan waktu yang sama. Biasanya kode produksi dapat disertai dengan atau berupa tanggal produksi yang meliputi tanggal, bulan, tahun pembuatan.

Wah, ternyata membuat label makanan tidak hanya untuk mempercantik tampilan dan membuat tampilan makin meyakinkan. Ini juga bisa menjadi alasan usahamu berjalan lancar atau tidak.

Dengan memperhatikan ketujuh hal di atas pada saat pembuatan desain label makanan, diharapkan produkmu bisa bersaing di pasaran dan mendatangkan omzet penjualan yang besar setiap bulannya. Siapa sih yang tidak ingin usahanya berjalan lancar?

Mungkin kesannya ribet, harus ngurus ini harus ngurus itu, tapi dampaknya sepadan kok dengan pengorbanan di awal. Pokoknya mulai sekarang tidak boleh menyepelekan label kemasan. Kalau masih bingung, kamu juga bisa belajar dari melihat label kemasan usaha lain untuk menjadi inspirasi juga sebelum membuat milik usahamu sendiri.

Semoga setelah membaca ulasan ini bisa memberikan pencerahan baru terutama bagi kamu yang baru mulai menjalankan usaha. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses! Jika ada dari kamu yang ingin mengajukan pertanyaan atau berdiskusi dengan kami dan sesama pelaku bisnis lainnya, bisa tinggalkan kesan dan pesanmu di kolom komentar, ya! Salam semangat untuk semuanya!