
“Semakin banyak pesaing membuat usaha ini sulit untuk berkembang. Akhirnya pada awal tahun 2015 kami memutuskan untuk membuka dan memproduksi merk tas kami sendiri sehingga diharapkan memberikan ragam dan kreasi baru di dalam pasar tas wanita. Selain itu juga, dengan membuat produk tas sendiri, kami bisa lebih berinovasi dan menjangkau pemasaran yang lebih luas,” ungkap Mustopa.
Baca Juga Artikel Ini :
Menggabungkan Pemasaran Online dan Offline
Dengan sistem pemasaran online maupun offline, saat ini tas Muira mulai menjangkau beberapa daerah di Jawa Barat dan mulai melakukan pengiriman di luar Pulau Jawa. “Untuk pemasaran offline hanya disekitar Jabodetabek. Tapi untuk pemasaran online kami sudah memasarkan di luar pulau Jawa, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali,” terangnya.
Karena bisnis ini mulai berdiri di tahun 2015, maka produk yang dihasilkan Muira Homemade juga belum terlalu banyak. “Jadi untuk produk, kami masih menjual produk tas selempang dengan aneka motif dan warna yang berbeda. Untuk mencari inspirasi, kami melakukannya dengan jalan-jalan ke tempat baru atau hanya browsing di internet, dari situ kami mendapatkan ide-ide baru yang dapat dipakai dan dikembangkan dalam mendirikan bisnis tas wanita ini,” begitu ujar Mustopa.
BINGUNG CARI IDE BISNIS ?
Dapatkan Ratusan Ide Bisnis Dilengkapi Dengan Analisa Usaha
“Kedepannya kami juga berharap bisa terus berinovasi dan mengembangkan produk kami tidak hanya untuk tas, dan bisa memasarkannya keluar Indonesia. Untuk itu, kami akan fokus dalam berbisnis,” ucapnya dengan penuh percaya diri.
Kendati adakalanya sebuah usaha berada di bawah dan tak jarang membuat para pelakunya tergiur untuk menjalankan usaha yang lain, namun Mustopa dan Jilly tetap memegang tujuan awal bisnisnya sehingga bisa menjadi pengusaha sukses seperti sekarang ini.
Tim Liputan BisnisUKM