Inspirasi Bisnis, Pengusaha Sukses

Usia Senja Tak Berarti Kalah Dengan Para Pengusaha Muda

pengusaha sukses keripik jagungKendati persaingan bisnis di Indonesia belakangan ini dibanjiri oleh para pengusaha muda, namun Sri Maryati (61) yang sekarang ini telah memasuki usia senja tak lantas mengalah dengan kiprah para pengusaha muda di Indonesia.

Mendapatkan inspirasi bisnis dari sang putra yang tadinya berprofesi sebagai penjual keripik jagung, nenek yang masih produktif meski usianya kini telah menginjak lebih dari separo abad ini mendapatkan keahlian membuat keripik jagung dari mitra bisnis yang dulunya bekerjasama dengan sang putra.

“Usaha keripik jagung ini saya mulai sejak tahun 2011. Keahlian saya dapat dari mitra UKM yang dulu produknya dipasarkan anak saya,” ujar Maryati kepada tim bisnisUKM.com.

Memanfaatkan tempat tinggalnya sebagai tempat produksi, awalnya ibu lima anak ini mengaku bahwa untuk merintis bisnis keripik atau emping jagung ini Ia mengucurkan modal dana sekitar Rp 20 juta. “Bisa dibilang saat itu saya hanya modal nekat. Soalnya saya merintis bisnis keripik jagung tanpa keahlian dan pengetahuan sedikitpun di bidang bisnis,” tuturnya.

Merintis Bisnis Keripik Jagung Dengan Modal Nekat

Sebagai seorang petani, pengalaman dan ilmu bisnis yang dimiliki Maryati tentunya tidak seluas kemampuan yang dimiliki para pengusaha sukses lainnya. Berbagai macam kesulitan seperti misalnya masih mengandalkan sinar matahari dalam proses pengeringan, serta jangkauan pasarnya yang sekarang ini masih sebatas Pulau Jawa dan Kalimantan, tak menjadi penghalang bagi istri Amir yang bekerja di Dinas Kehutanan Yogyakarta ini untuk mengembangkan bisnis camilan keripik jagung.

“Dibantu anak, suami, dan menantu, sekarang ini bisnis keripik jagung yang saya jalankan bisa memproduksi keripik jagung mentah sekitar 80 ton per bulan,” terang wanita kelahiran Kadirojo, Sleman 10 Desember 1953 tersebut. Dari bisnis keluarga yang Ia jalankan saat ini, sedikitnya Maryati bisa mengantongi omzet Rp 50 juta setiap bulannya.

Kekompakan keluarga serta ketekunan Maryati dalam merintis usahanya, menjadi salah satu penguat bagi pengusaha wanita yang satu ini dalam menghadapi ketatnya persaingan pasar. “Tidak ada rahasia khusus yang saya gunakan, hanya saja saya berusaha semaksimal mungkin memenuhi permintaan pelanggan agar mereka tidak kecewa dengan kualitas produk keripik jagung yang kami pasarkan,” terang Maryati.

Agar kedepannya bisnis keripik jagung yang Ia rintis bersama keluarga tercinta tak kandas tergerus ketatnya persaingan pasar, putra-putri Maryati mulai mencari informasi pengeringan yang efektif agar tidak selamanya mengandalkan matahari. “Kami mulai mencari informasi pengering jagung dan bahan bakar altirnatif seperti biogas agar kedepannya proses produksi bisa lebih maksimal dan tidak terkendala oleh faktor cuaca,” papar Maryati.

Di akhir wawancara kami, Maryati berharap kedepannya perkembangan bisnis keripik jagung bisa lebih baik lagi dan pasarnya juga lebih luas. “Yang terpenting bisnis keripik jagung ini bisa mencukupi kebutuhan keluarga, anak dan cucu serta bisa membantu petani jagung di sekitar tempat tinggal saya,” harap pengusaha wanita ini.

Tim Liputan BisnisUKM