Membuka Usaha Kursus Memasak
Apakah Anda pintar memasak? pertanyaan seperti itu pasti muncul dan sering ditanyakan kepada kalangan para wanita, baik yang masih remaja maupun yang sudah menikah. Sebuah hal yang sepertinya menjadi momok menakutkan bagi para wanita ketika mendapatkan pertanyaan seperti itu. Terutama untuk saat ini dimana kebanyakan wanita lebih menyukai menjadi wanita karier daripada sibuk di dapur menjadi ibu rumah tangga. Hal itu bisa menjadi sebuah peluang ketika saat ini memasak bukan menjadi sebuah ‘hobi wajib’ kalangan wanita lagi yaitu dengan membuka kursus memasak.
Saat ini memasak bukan menjadi monopoli kaum hawa saja. Namun tidak sedikit kaum pria yang menekuni bahkan menjadikan memasak sebagai mata pencaharian utamanya. Yang lebih mencengangkan lagi, prosentase seorang chef/ koki pria ternyata lebih banyak daipada kaum perempuannya. Tentunya menjadi sebuah fakta yang menarik yang menunjukkan saat ini memasak sudah bukan menjadi monopoli kau hawa lagi.
Namun tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa rata-rata ibu-ibu ataupun wanita itu lebih mempunyai naluri memiliki hobi memasak terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarganya. Terutama bagi para wanita yang ingin menikah, calon-calon mertua jaman sekarang masih menjadikan memasak sebagai ‘senjata’ dan syarat utama untuk bisa hidup berkeluarga. Sehingga ketika kini memasak bukan lagi menjadi hobi yang dianggap menarik bagai kalangan wanita, kita bisa memanfaatkan hal itu sebagai ‘senjata’ juga dalam membangun sebuah usaha yang berkaitan dengan bisnis kuliner tersebut.
Untuk membuka sebuah tempat pelatihan ataupun kursus memasak, hal yang harus dipersiapkan antara lain tempat/ ruangan yang memadai untuk dijadikan kelas belajar dan praktik memasak. Kemudian sebagai trainer memasak, harusnya Anda juga memperkaya ilmu dan pengetahuan tentang memasak serta seluk-beluk yang terkait di dalamnya. Setelah itu, peralatan masak yang ada juga harus memadai untuk praktik memasak dan resep-resep andalan yang akan diajarkan. Bahan-bahan untuk keperluan latihan memasak tersebut juga harus dipersiapkan. Hal berikutnya adalah menyusun modul atau silabus sederhana tentang dunia masak-memasak, resep masakan, dan sebagainya untuk dijadikan hand out bagi para peserta kursus. Tidak lupa juga, menyusun jadwal kelas memasak agar teratur kursus memasaknya.
Hambatan yang nantinya akan ditemui ketika terjuan dalam dunia usaha ini antara lain:
- Kesibukan ibu-ibu atau wanita sehari-hari, baik mengurus rumah tangga, mengantar anak-anak sekolah, dll.
- Ada anggapan atau pemikiran bahwa memasak dapat dipelajari sendiri melalui buku-buku atau membaca majalah, jadi mereka tidak perlu mengikuti kursus.
- Perbedaan kecepatan peserta dalam menangkap matei kursus dan praktik. Sehingga harus ada semacam pendekatan personal agar jalannya kursus tidak kaku dan lebih familiar.
Setelah semua hal itu dipersiapkan, tentunya dalam menjalankan usaha juga harus ada strategi bisnisnya. Strategi yang paling utama adalah promosi. Promosi menjadi hal yang paling penting untuk memperkenalkan usaha Anda tersebut kepada khalayak luas. Setelah mendapatkan peserta, maka Anda juga harus melakukan minimal demo memasak dihadapan peserta langsung, hal itu bertujuan untuk menarik minat dan agar mereka juga percaya dengan kemampuan tempat usaha Anda. Dan yang paling sensitif juga adalah masalah biaya kursus. Pasanglah biaya yang terjangkau agar usaha kursus Anda bisa diikuti semua kalangan.
Analisa ekonominya: Investasi awal Sertifikasi kursus memasak dari lembaga resmi Rp. 3.000.000,00 Inventaris: Renovasi ruang prkatik Rp. 3.000.000,00 Alat praktik memasak Rp. 5.000.000,00 Kursi, white board, meja Rp. 7.000.000,00 Papan reklame Rp. 300.000,00 Jumlah modal awal Rp.18.300.000,00 Perhitungan Rugi/ Laba per bulan Penjualan per bulan 20 peserta x Rp. 300.000,00 Rp. 6.000.000,00 Harga Pokok jasa kursus per bulan: Fee instruktur: 20 peserta x Rp. 40.000,00 Rp. 800.000,00 Bahan praktikum (masak) Rp. 1.000.000,00 Jumlah Rp. 1.800.000,00 Laba kotor per bulan Rp. 4.200.000,00 Biaya Umum dan lain-lain per bulan: Biaya promosi Rp. 500.000,00 Penyusutan Rp. 253.333,00 Biaya listrik dan air Rp. 200.000,00 Biaya umum lainnya Rp. 300.000,00 Jumlah Rp. 1.253.333,00 Laba bersih per bulan Rp. 2.946.667,00
Dengan metode garis lurus dan umur ekonomis inventaris tersebut adalah 5 tahun. Beban penyusutan per bulan jika nilai residu Rp. 100.000,00 adalah sebesar (Rp. 15.300.000,00-Rp. 100.000,00) / (5 tahun x 12 bulan) = Rp. 253.333,00 per bulan.
Diolah dari berbagai sumber dan buku ’99 Bisnis bagi Pensiunan’
Sumber gambar : http://www.myert.net/v3/images/stories/gambar_berita/per_memasak02.jpg









ga tertarik kalo kursus2 ginian….
mending langsung buka usaha kulinernya…
wahh asik juga ya ada kursusnya,,berikut buka usaha kuliner,,
apa lagi kalo menu-menu masaknya khas daerah