Video Praktisi

Roti van Java, Mencari Ide Bisnis dari Travelling


Peluang usaha apa saja yang bisa Anda lakukan, di tengah kesulitan ekonomi sekarang ini? Apa yang Anda bisa kerjakan di masa pensiun? Mungkin Anda ragu bila ingin memulai bidang usaha yang belum ada atau masih jarang dilakukan oleh sebagian orang. Namun, itu bukan berarti Anda tidak akan bisa sukses. Bisa juga Anda memulai bidang usaha yang sudah banyak dilakukan. Banyak orang ragu untuk memulai bidang usaha yang baru, tapi tak sedikit pula orang yang ragu untuk memulai bidang usaha yang sudah banyak dijalankan.

Masa pensiun, membuat para pensiunan berpikir untuk memulai bisnis. Dikarenakan pada masa itu menurunlah penghasilan, namun kebutuhan finansial yang masih cukup tinggi. Tapi apakah mungkin seorang pensiunan baru mulai bisnis, sedang kondisi fisik dan kesehatannya sudah menurun?. Tidak dapat dipungkiri banyak pula pensiun yang mengaku masih merasa mampu dan berpotensi untuk terus berkarya dan berpenghasilan.

Untuk  menepis segala keraguan Anda, berikut beberapa strategi yang perlu dicermati untuk memulai berbisnis di masa pensiun :

  • Mulai bisnis, jauh sebelum masa pensiun itu tiba.

Bisnis harus dirintis jauh sebelum pensiun, pertimbangannya adalah untuk mengubah cara berpikir dari karyawan menjadi seorang pebisnis. Ada dua kemungkinan dalam membangun bisnis, bisa sukses dan juga bisa gagal. Butuh proses yang panjang dan banyak pembelajaran juga pengalaman untuk mencapai keberhasilan. Agar nantinya para pensiun, tidak menggantungkan penghasilan sepenuhnya pada bisnis yang baru dibangun.

  • Manfaatkan potensi diri dan gunakan modal minimal.

Kembangkanlah potensi dalam diri Anda, hubungkan dengan hobby yang bisa dilakukan sehari-hari. Secara psikologis sangat bermanfaat bagi kesehatan jiwa, menambah semangat hidup, selain itu bila berkembang menjadi bisnis yang sukses dan dapat membuka lapangan pekerjaan, akan memberi kepuasan tersendiri bagi hidup Anda. Mulailah bisnis dengan modal minimal, jangan dulu mengharap keuntungan berlimpah pada awal usaha. Ubah gaya hidup yang konsumtif, menjadi lebih termanage.

  • Bekerja sesuai kemampuan.

Memulai bisnis di usia pensiun, bukanlah patokan untuk menjadi milyader atau jutawan. Namun, yang terpenting adalah dapat memanfaatkan dengan baik potensi dalam diri. Jadi, jagalah kesehatan, emosional dan jangan bekerja dan berpikir terlalu berat, karena akan mempengaruhi kesehatan yang telah cenderung menurun di usia pensiun. Pilihlah bisnis yang tepat, karena sangat menentukan jalan hidup Anda. Pilihlah bisnis yang sesuai dengan pengalaman dan skill Anda, nikmatilah bisnis Anda, sehingga Anda dapat berbisnis dengan nyaman dan santai. Tidak merasa terbebani.

  • Manfaatkan jaringan.

Semakin banyak media yang digunakan untuk pemasaran, semakin besar peluang untuk mengenalkan bisnis Anda ke banyak orang. Tujuannya selain untuk pengenalan bisnis juga membangun brand image, sehingga orang mempunyai keinginan untuk membelinya. Misalnya pemasaran yang dimulai dari mulut ke mulut, Anda dapat memberitahu keluarga, tetangga, sahabat, manfaatkan rekan-rekan lama atau relasi Anda dahulu. Upayakan untuk mengkoleksi alamat dan  nomor handphone mereka dan rangkum menjadi satu database. Layani customer Anda dengan baik, tanggapi keluhan mereka. Dengan demikian customer merasa dihargai. Upaya tersebut akan memberikan dampak pada kehidupan Anda. Anda merasa dibutuhkan, merasa tidak kehilangan pekerjaan dan merasa bermanfaat bagi orang banyak.

  • Perekrutan karyawan.

Merekrut karyawan sebaiknya dilakukan bila bisnis Anda mulai berkembang, semakin bertambahnya customer dan banyaknya permintaan produk. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan dan tenaga para pensiun yang mulai menurun. Resiko merekrut karyawan adalah kita harus memberikan upah dan kesejahteraan lainnya. Untuk system pemberian upahnya sebaiknya, tidak diberikan upah bulanan, namun disesuaikan oleh target produk yang dapat dihasilkan.

diolah dari berbagai sumber

sumber gambar : http://profile.ak.fbcdn.net/object3/1270/89/n102061591942_3071.jpg