Video Praktisi

Memaksimalkan Bisnis Berbasis Hobi, Asimetris Craft

Pernah dengar lagu yang salah satu liriknya ada kata “anak keju dan anak singkong”…? Nah dikatakan disitu bahwa singkong itu menggambarkan anak miskin dan keju menggambarkan anak orang kaya. Tak beda jauh dengan makanan itu sendiri bahwa singkong sering dianggap sebagai makanan kelas bawah sedangkan keju kelas menengah atas. Padahal kalau dirasakan benar-benar singkong pun tidak kalah enaknya dengan keju.

Singkong atau ubi kayu tak selamanya menjadi makanan kelas bawah, buktinya sekarang telah dipatahkan anggapan-anggapan seperti diatas. Kreativitas pecinta kuliner di negeri ini berhasil menggabungkan dua jenis makanan tersebut menjadi kudapan yang sempat menjadi bahan pembicaraan dan banyak diburu orang beberapa waktu lalu. Dan akhirnya nimatnya singkong keju telah mengangkat nilai ekonomis dan nilai rasa itu sendiri.

Konsumen
Nikmatnya singkong keju banyak dicari masyarakat, baik dari masyarakat menengah maupun masyarakat kelas atas. Rasanya yang unik dan bervariasi membuat menu makanan ini disukai anak- anak, remaja sampai orang tua baik pria maupun wanita. Harganya yang murah namun menampilkan menu singkong yang lebih ekslusif, mampu menarik nimat penggemar kuliner.